Skip to main content

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN ULAR

Himbauan: Karena dapat berakibat fatal, bila digigit ular berbisa segeralah meminta bantuan tenaga medis difasilitas kesehatan terdekat, seperti: Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Picture credit: wikimon.mn


Tanda pada daerah gigitan ular

Beberapa tanda yang dapat diamati setelah tergigit ular
  1. Memar atau bengkak
  2. Sakit tajam di sekitar gigitan satu atau dua luka tusukan
  3. Mual, muntah, atau diare
  4. Pandangan yang kabur
  5. Gangguan pernafasan 
  6. Kejang

Selama proses menunggu bantuan medis

Tindakan yang dapat dilakukan
  1. Cuci daerah sekitar gigitan dengan sabun dan air. Usap keluar, jauh dari luka. Sedangkan pada luka dapat menggunakan cairan atau salep antiseptik
  2. Membuang racun. Penggunaan alat bantu penghisap racun ular 5 menit pertama pada bekas gigitan dapat membantu membuang sebagian racun, sebelum beredar lebih banyak di tubuh. Jangan menghisap racun dengan mulut, karena dapat menyebabkan keracunan.
  3. Gunakan kompres es. Jika es tidak tersedia, letakkan anggota badan di daerah dingin. Kurangi gerakan dan sebisa mungkin daerah gigitan lebih rendah dari posisi jantung
  4. Gunakan potongan kain untuk membuat ikatan perban (bukan turniket). Membuat ikatan sekitar 2 inci diatas lokasi gigitan. Ikatan yang dibuat jangan terlalu erat,  kira-kira pada ikatan masih memunginkan masuk satu jari. Kendurkan ikatan setiap lima belas menit
  5. Berikan korban cairan untuk diminum (tapi bukan alkohol).
  6. Jaga agar korban tenang. Agitasi meningkatkan aliran darah, membawa racun ke dalam aliran darah. Jika korban harus berjalan dengan jarak berapapun, pastikan berjalan dengan lambat/tenang.
  7. Hindari mengkomsumsi makanan/minuman yang dapat meningkatkan kecepatan denyut jantung, seperti: teh dan kopi
  8. Pantau jalan napas korban. Bersiaplah untuk melakukan  CPR jika perlu.

Perawatan lanjutan setelah tergigit ular secara alami

Tindak lanjut perawatan  gigitan ular dalam upaya menetralisir racun dan meningkatkan antibodi tubuh. Berikut adalah beberapa saran:
  1. Echinacea. Gunakan echinacea secara oral dan topikal. Berikan suplemen yang dapat menstimulasi produksi sel darah putih. Sel darah putih dapat membantu menetralkan racun.
  2. Vitamin C. Beri 1.000 mg vitamin C setiap 2 jam untuk membantu merangsang produksi antibodi alami tubuh.
  3. Bawang putih. Makanlah dengan segar untuk membantu mengobati gigitan ular atau dapat dihaluskan dan masukkan dalam kapsul sebagai agen antiseptik.
Dalam kondisi darurat dimana tidak ada fasilitas kesehatan ataupun berada didaerah terpencil, perlu improvisasi dalam penanganan gigitan ular. Misalnya penggunaan vacum elektrik maupun manual pada usaha mengurangi racun pada bekas gigitan.

Baca Juga:Serum Anti Bisa Ular

Daftar Pustaka

  1. Brigitte Mars, 1999, Natural First Aid (A medicinal herb guide), United States by R.R. Donnelley
  2. https://www.lifealth.com/wellness/survival-hacks/what-are-the-dos-and-donts-in-case-of-a-snake-bite-mj/42269/ 

Comments

Popular posts from this blog

Simvastatin

C25H38O5 [(1S,3R,7S,8S,8aR)-8-[2-[(2R,4R)-4-hydroxy-6-oxooxan-2-yl]ethyl]-3,7-dimethyl-1,2,3,7,8,8a-hexahydronaphthalen-1-yl] 2,2-dimethylbutanoate Dosis : Pasien harus melakukan diet pengurangan kolesterol sebelum dan selama pengobatan dengan simvastatin. ·Dosis awal yang dianjurkan 5-10 mg sehari sebagai dosis tunggal pada malam hari. Dosis awal untuk pasien dengan hiperkolesterolemia ringan sampai sedang 5 mg sehari. Pengaturan dosis dilakukan dengan interval tidak kurang dari 4 minggu sampai maksimum 40 mg sehari sebagai dosis tunggal malam hari. Lakukan pengukuran kadar lipid dengan interval tidak kurang dari 4 minggu dan dosis disesuaikan dengan respon penderita. ·Pasien yang diobati dengan immunosupresan bersama HMG Co-A reduktase inhibitor, agar diberikan dosis simvastatin terendah yang dianjurkan. ·Bila kadar kolesterol LDL turun dibawah 75 mg/dl (1,94 mmol/l) atau kadar total kolesterol plasma turun dibawah 140 mg/dl (3,6 mmol/l) maka perlu dipertimbangkan pengurangan dosis simv…

Amlodipin

3-O-ethyl 5-O-methyl2-(2-aminoethoxymethyl)-4-(2-chlorophenyl)-6-methyl-1,4-dihydropyridine-3,5-dicarboxylate Dosis : Penggunaan dosis diberikan secara individual, bergantung pada toleransi dan respon pasien. Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg satu kali sehari, dengan dosis maksimum 10 mg satu kali sehari. Untuk melakukan titrasi dosis, diperlukan waktu 7-14 hari. Pada pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati, dosis yang dianjurkan pada awal terapi 2,5 mg satu kali sehari. Bila amlodipine diberikan dalam kombinasi dengan antihypertensi lain, dosis awal yang digunakan adalah 2,5 mg. Dosis yang direkomendasikan untuk angina stabil kronik atau angina vasospastik adalah 5-10 mg, dengan penyesuaian dosis pada pasien usia lanjut dan kelainan fungsi hati. Amlodipine dapat diberikan dalam pemberian bersama obat-obat golongan thiazide, ACE-inhibitor, β-bloker, nitrate, dan nitrogliserin sublingual. Farmakodinamik : Amlodipine merupakan antagonis kalsium golongan dihidropiridin (an…

Cetirizine

(Histrine®, Ryzicor®)
C21H25ClN2O3 2-[2-[4-[(4-chlorophenyl)-phenylmethyl]piperazin-1-yl]ethoxy]acetic acid Dosis : Dewasa dan anak ≥ 12 tahun : 10 mg per hari, anak 6 – 11 tahun : 5-10 mg per hari, anak 2-5 tahun : 2,5 mg-5 mg per hari. Penyesuaian dosis untuk pasien dengan gangguan ginjal dan hati : pada pasien umur ≥ 12 tahun dan orang dewasa dengan penurunan fungsi ginjal (bersihan kreatinin 11-31 ml/menit), pasien dalam proses hemodialysis (bersihan kreatinin < 7 ml/menit) dan pada pasien gangguan fungsi hati, dosis anjuran adalah 5 mg sekali sehari. Pasien umur 6-11 tahun dengan gangguan fungsi ginjal dan hati juga harus digunakan dosis yang lebih rendah dari dosis anjuran. Karena tidak adanya informasi mengenai farmakokinetik dan keamanan penggunaan cetirizine pada anak <6 tahun dengan gangguan ginjal atau hati, maka penggunaan cetirizine tidak dianjurkan pada populasi pasien ini. Farmakodinamik : Cetirizine adalah antihistamin dengan efek sedative yang rendah pada dosis aktif f…