Skip to main content

Sukralfat

(Ulsicral®, Musin®)

C12H30Al8O51S8.8(H3AlO3)
Sucrose octasulfate-aluminum complex
Dosis :
Untuk dewasa 4 kali sehari 500-1000 mg (maksimum 8 gram/hari) sewaktu lambung kosong (1 jam sebelum makan dan tidur). Pengobatan dianjurkan selama 4-8 minggu, kecuali apabila pemeriksaan endoskopi atau sinar-X telah memperlihatkan kesembuhan.
Farmakodinamik :
Sukralfat adalah suatu kompleks yang dibentuk dari sukrosa oktasulfat dan polialumunium hidroksida. Aktifitas sukralfat sebagai anti ulkus merupakan hasil dari pembentukan komplek sukralfat dengan protein yang membentuk lapisan pelindung menutupi ulkus serta melindungi dari serangan asam lambung, pepsin dan garam empedu. Percobaan laboratorium dan klinis menunukkan bahwa sukralfat menyembuhkan tukak dengan tiga cara :
1.       Membentuk kompleks kimiawi yang terikat pada pusat ulkus sehingga merupakan lapisan pelindung.
2.       Menghambat aksi asam, pepsin, dan garam empedu.
3.       Menghambat difusi asam lambung menembus lapisan film sukralfat-albumin.
Farmakokinetik:
Penelitian menunjukkan  bahwa sukralfat dapat berada dalam jangka waktu lama dalam saluran cerna sehingga menghasilkan efek obat panjang. Sukralfat sangat sedikit terabsorpsi di saluran pencernaan sehingga menghasilkan efek samping sistemik yang minimal.
Indikasi :
Pengobatan jangka pendek (sampai 8 minggu) pada ulkus duodenum (tukak usus dua belas jari).
Kontra indikasi :
Tidak diketahui
Interaksi obat :
Pemberian sukralfat dapat mengurangi absorpsi atau bioavaibilitas obat-obatan : Simetidin, antibiotik golongan fluoroquinolon (ciprofloxacin, norfloxacin), digoxin, ketokonazol, fenitoin, ranitidine, tetraciclin, quinidine, L-thyroxin dan teofilin, sehingga obat-obatan tersebut harus diberikan dalam waktu 2 jam sebelum pemberian sukralfat.
Efek samping :
Sangat jarang, yang relative sering dilaporkan hanya konstipasi dan mulut terasa kering. Keluhan lainnya adalah diare, mual, muntah, tidak nyaman di perut, flatulent, pruritus, rash, mengantuk, pusing, nyeri pada bagian belakang, dan sakit kepala.
Peringatan dan perhatian :
Sukralfat harus diberikan secara hati-hati pada pasien gagal ginjal kronis dan pasien dialysis. Penggunaan obat ini selama kehamilan hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan. Sukralfat harus diberikan secara hati-hati pada wanita yang sedang menyusui. Jika diperlukan antasida dapat diberikan, namun demikian sebaliknya tidak diberikan dalam jangka waktu 1½ jam sebelum atau sesudah pemberian sukralfat. Keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum dapat ditetapkan.

Comments

Popular posts from this blog

Simvastatin

C25H38O5 [(1S,3R,7S,8S,8aR)-8-[2-[(2R,4R)-4-hydroxy-6-oxooxan-2-yl]ethyl]-3,7-dimethyl-1,2,3,7,8,8a-hexahydronaphthalen-1-yl] 2,2-dimethylbutanoate Dosis : Pasien harus melakukan diet pengurangan kolesterol sebelum dan selama pengobatan dengan simvastatin. ·Dosis awal yang dianjurkan 5-10 mg sehari sebagai dosis tunggal pada malam hari. Dosis awal untuk pasien dengan hiperkolesterolemia ringan sampai sedang 5 mg sehari. Pengaturan dosis dilakukan dengan interval tidak kurang dari 4 minggu sampai maksimum 40 mg sehari sebagai dosis tunggal malam hari. Lakukan pengukuran kadar lipid dengan interval tidak kurang dari 4 minggu dan dosis disesuaikan dengan respon penderita. ·Pasien yang diobati dengan immunosupresan bersama HMG Co-A reduktase inhibitor, agar diberikan dosis simvastatin terendah yang dianjurkan. ·Bila kadar kolesterol LDL turun dibawah 75 mg/dl (1,94 mmol/l) atau kadar total kolesterol plasma turun dibawah 140 mg/dl (3,6 mmol/l) maka perlu dipertimbangkan pengurangan dosis simv…

Amlodipin

3-O-ethyl 5-O-methyl2-(2-aminoethoxymethyl)-4-(2-chlorophenyl)-6-methyl-1,4-dihydropyridine-3,5-dicarboxylate Dosis : Penggunaan dosis diberikan secara individual, bergantung pada toleransi dan respon pasien. Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg satu kali sehari, dengan dosis maksimum 10 mg satu kali sehari. Untuk melakukan titrasi dosis, diperlukan waktu 7-14 hari. Pada pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati, dosis yang dianjurkan pada awal terapi 2,5 mg satu kali sehari. Bila amlodipine diberikan dalam kombinasi dengan antihypertensi lain, dosis awal yang digunakan adalah 2,5 mg. Dosis yang direkomendasikan untuk angina stabil kronik atau angina vasospastik adalah 5-10 mg, dengan penyesuaian dosis pada pasien usia lanjut dan kelainan fungsi hati. Amlodipine dapat diberikan dalam pemberian bersama obat-obat golongan thiazide, ACE-inhibitor, β-bloker, nitrate, dan nitrogliserin sublingual. Farmakodinamik : Amlodipine merupakan antagonis kalsium golongan dihidropiridin (an…

Omeprazole

(OMZ®, Protop® ) C17H19N3O3S 6-methoxy-2-[(4-methoxy-3,5-dimethylpyridin-2-yl)methylsulfinyl]-1H-benzimidazole Dosis : Dosis yang dianjurkan 20 mg atau 40 mg, sekali sehari, kapsul harus ditelan utuh dengan air (kapsul tidak dibuka, dikunyah, atau dihancurkan). Sebaiknya diminum sebelum makan. ·Penderita dengan gejala tukak duodenal : lama pengobatan memerlukan waktu 2 minggu, dan dapat diperpanjang sampai 2 minggu lagi. ·Penderita dengan gejala tukak lambung atau refluks esofagitis erosif / ulseratif : lama pengobatan memerlukan waktu 4 minggu, dan dapat diperpanjang sampai 4 minggu lagi. ·Penderita yang sukar disembuhkan dengan pengobatan lain, diperlukan 40 mg sekali sehari. ·Penderita sindroma Zollinger Ellison dosis awal 20-120 mg sekali sehari, dosis ini harus disesuaikan untuk masing-masing penderita. Untuk dosis lebih dari 80 mg sehari, dosis harus dibagi 2 kali sehari. Farmakodinamik : Omeprazole merupakan antisekresi, turunan benzimidazole yang tersubstitusi. Omeprazole menghambat …